Find us on Google Plus

Jumat, 20 Februari 2015

Posted by liya aliycia on 19.52 in | No comments
Mastitis adalah peradangan payudara biasanya disebabkan oleh infeksi. Hal ini dapat terjadi pada setiap wanita, meskipun mastitis yang paling umum terjadi dalam 6 bulan pertama menyusui.

Mastitis dapat membuat Ibu merasa sangat lelah dan sakit. Ditambah dengan tuntutan merawat bayi yang baru lahir, hal ini membuat banyak perempuan berhenti menyusui sama sekali. Tapi sangat disarankan untuk dapat terus menyusui bayi. Karena menyusui membantu untuk membersihkan infeksi. Menyusui dengan payudara yang terkena mastitis tidak akan membahayakan bayi.

Meskipun sangat sakit dan membuat ibu terkadang patah semangat dalam memberikan ASI eksklusif, mastitis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang benar.

Apa sih penyebab mastitis itu?

Mastitis paling sering terjadi ketika bakteri memasuki payudara melalui puting. Hal ini dapat terjadi ketika seorang ibu menyusui memiliki puting yang terluka atau pecah-pecah.

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan mastitis:
  • Tidak menyusui dalam waktu yang cukup lama, misalnya karena berpergian
  • Menyusui namun tidak tuntas, sehingga payudara tidak benar-benar kosong. Pastian bayi menyusui (latch on) dengan benar. Bila tidak yakin, kunjungi konselor laktasi di rumah sakit bersalin.
Bagaimana gejala-gejala mastitis?

Mastitis biasanya ditandai dengan adanya satu bagian di salah satu payudara yang terasa sakit. Terasa hangat saat disentuh dan atau berwarna kemerahan. Ibu juga mungkin mengalami demam, menggigil, dan nyeri tubuh.

Tanda-tanda bahwa mastitis makin parah:
  • kelenjar getah bening di ketiak sebelah payudara yang terinfeksi membengkak dan terasa sangat menyakitkan,
  • detak jantung cepat,menderita gejala seperti flu.
Mastitis dapat menyebabkan payudara membengkak dan terasa seperti benjolan yang keras dan menyakitkan.

Apakah ada yang membuat seseorang lebih beresiko terkena mastitis?

Seseorang lebih mungkin mendapatkan mastitis saat menyusui jika:
  • Pernah mengalami mastitis sebelumnya
  • Menunda atau melewatkan sesi menyusui
  • Tidak mengosongkan payudara sepenuhnya secara teratur
  • Mengalami luka pada puting yang disebabkan karena posisi menyusui yang tidak benar
  • Menderita anemia. Anemia membuat seorang ibu lebih mudah lelah dan menurunkan tingkat ketahanan tubuh terhadap infeksi seperti mastitis.
Ibu menyusui bisa mendapatkan mastitis setiap saat, namun paling sering terjadi dalam 2 bulan pertama bayi. Setelah 2 bulan, pola menyusui bayi umumnya menjadi lebih teratur sehingga membantu mencegah mastitis.

Dokter dapat mendiagnosa penyakit mastitis dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala yang dialami oleh Ibu dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan di lab biasanya tidak diperlukan.

Baca juga artikel lainya obat tradisional mastitis

0 komentar:

Posting Komentar

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter