Find us on Google Plus

Kamis, 26 Februari 2015

Posted by liya aliycia on 01.21 in | No comments
Hepatitis B adalah istilah untuk hati yang meradang akibat infeksi dari virus atau dari terlalu banyaknya mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Sekitar 350 juta orang di seluruh dunia konon sudah terinfeksi penyakit ini. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati agar tidak terinfeksi hepatitis B. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui tanda dan gejala dari penyakit hepatitis B.

Yang paling pertama adalah kita harus mengetahui dulu apa itu hepatitis B. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B atau disingkat menjadi HBV. Virus ini termasuk dalam keluarga virus yang dikenal dengan sebutan Hepadnaviridae. Virus hepatitis B terdiri dari deoxyribonucleic acid atau DNA. Virus ini dapat mempengaruhi hati sehingga organ hati bisa rusak, namaun cara mendeteksinya dilakukan dengan sampel darah. Sebenarnya ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus tidak secara langsung merusak hati. Melainkan, itu hanyalah respon dari sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kerusakan hati. Sistem kekebalan tubuh inilah yang membunuh sel-sel hati ketika mencoba untuk membunuh virus. Karena adanya kerusakan pada organ hati, maka efeknya adalah perlindungan yang dilakukan oleh sistem kekebalan tubuh menjadi tidak seimbang.

Virus hepatitis B dapat dengan mudah menular, penularan hepatitis B biasanya melalui paparan darah atau cairan tubuh lainnya yang terinfeksi virus hepatitis B. Virus hepatitis B biasanya ditemukan pada beberapa cairan tubuh seperti air mani, air susu ibu, air liur, dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, paparan cairan tubuh juga bisa menularkan virus hepatitis B. Karena itu, salah satu pencegahannya adalah dengan tidak menggunakan barang-barang pribadi secara bersama-sama, hal ini dapat menjadi jalan berpindahnya virus hepatitis B. Ibu hamilpun dapat menjadi jalan penularan hepatitis B kepada bayinya.

Klasifikasi Hepatitis B

Hepatitis B dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hepatitits B akut dan hepatitis B kronis. Hepatitis B akut terjadi pada 1 sampai 4 bulan pertama sejak terinfeksi virus hepatitis B. Bagi sebagian orang yang terinfeksi hepatitis B, mereka tidak memiliki gejala tetapi yang lain memiliki gejala seperti:
  • Demam
  • Gejala yang menyerupai penyakit flu
  • Sering kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut terasa mual
  • Warna kulit dan putih mata menjadi berwarna kuning
  • Nyeri di daerah hati
  • Timbulnya ruam pada telapak tangan
  • Darah terlalu encer sehingga sulit membeku
  • Gangguan penglihatan karena penurunan penyerapan vitaminA
  • Dapat pula terjadi osteoporosis karena penurunan penyerapan vitamin D
Dalam kasus yang jarang terjadi, misalkan pada penyakit yang disebut dengan hepatitis fulminan. Penyakit ini terjadi karena kerusakan hati yang sangat parah, sehingga organ hati berhenti berfungsi. Kondisi ini mengancam nyawa penderitanya dan dapat menyebabkan masalah pendarahan yang dapat mengakibatkan kematian.

Gejala hepatitis B kronis yang bervariasi. Hal ini juga tergantung pada tingkat keparahan dari kerusakan hati. Hati memiliki banyak fungsi diantaranya adalah:
  • Manghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah. Fungsi empedu sebagai pengemulsi lemak.
  • Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit.
  • Mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya sebagai cadangan gula, serta mengatur kadar gula dalam darah.
  • Membentuk protein tertentu dan merombaknya.
  • Tempat untuk mengubah provitamin A menjadi vitamin A
  • Tempat pembentukan protrombin dan fibrinogen yang berperan dalam pembekuan darah.
  • Mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh.
Gejala hepatitis B dapat berpengaruh kepada fungsi hati. Untuk penderita hepatitis B kronis, biasanya mereka tidak mempunyai gejala. Namun ketika imun tubuh penderita hepatitis B memburuk, maka hati bisa meradang, hal ini menyebabkan terjadinya sirosis hati atau terjadi luka yang sangat parah pada organ hati. Ketika ini terjadi, tanda-tanda dan gejala muncul.

Kita harus selalu ingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Salah satu cara pencegahan penyakit hepatitis B adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis B. Saat ini vaksinasi hepatitis B mudah didapat walaupun harganya masih terlalu mahal. Berhati-hati terhadap apa yang kita pakai juga merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyakit hepatitis B. Dan jika Anda merasa bahwa Anda terinfeksi penyakit hepatitis B, maka segera kunjungi balai pengobatan kami dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah orang lain terinfeksi.

Baca juga artikel lainya pengobatan tradisional hepatitis b

0 komentar:

Posting Komentar

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter